081235834961 Sejarah Prima Husada
SEJARAH
RS Prima Husada
1990
BERAWAL DARI PRAKTEK
Bermula dari praktek pribadi seorang dokter bernama dr. Sadi Hariono. Ketika akan mengawali parakteknya sempat kebingungan menentukan lokasi praktek. Saat itu kami tidak cukup mampu untuk memiliki tempat strategis. Kami tinggal di komplek pemukiman yg saat itu ada ditengah sawah, masuk kedalam gang, dan sepi belum banyak penghuni.
Sesuatu harus berbeda, agar terlihat lain maka harus diatas standar. Maka kami berusaha membuat perbedaan dengan yang lain. Pertama, tidak pernah tutup dalam melayani. Hari apapun itu, maka dikenalah dokter yang selalu ada jika di kunjung. Kedua, membentuk pola pikir bahwa untuk kelangsungan hidup, kami membutuhkan pasien. Dengan demikian bisa menempatkan pasien di tempat utama dan terhormat. Dari pasien kamu akan bisa untuk mencari makan. Hal tersebut terus kami lakukan tanpa putus dan Alhamdulillah citra terbentuk didalam masyarakat sekitar.
2005
BALAI PENGOBATAN PRIMA HUSADA
Permintaan pasien yang begitu banyak maka ditahun ini kami membeli 1 kavling rumah di depan praktek kami. Rumah type 70 yang terdiri 3 kamar itu diatur sedemikian rupa. Dan tersedialah 10 tempat tidur dengan status ijin Balai Pengobatan Prima Husada. Masyarakat menyambut gembira dan kami senang bisa memenuhi permintaan masyarakat. Tapi dihadapkan kendala, bahwa Balai Pengobatan sesuai aturannya hanya sebagai ruang observasi. 2 x 24jam jika belum sembuh harus di rujuk.
Masalah seringkali muncul, pasien tidak mau di rujuk dan ingin dirawat sampai sembuh di BP Prima Husada. Tak jarang kami harus “bertengkar” dengan pasien ketika harus merujuk. Kemudian, pasien mengajari kami kalau sudah 2 hari tidak sembuh maka status dipulangkan. Dan beberapa jam berikutnya dikunjungkan lagi, tentu hal ini salah. Maka kami berkonsultasi dengan dinas kesehatan Kabupaten Malang, hasilnya kami disarankan untuk naik kelas menjadi rawat Inap.
Masalah seringkali muncul, pasien tidak mau di rujuk dan ingin dirawat sampai sembuh di BP Prima Husada. Tak jarang kami harus “bertengkar” dengan pasien ketika harus merujuk. Kemudian, pasien mengajari kami kalau sudah 2 hari tidak sembuh maka status dipulangkan. Dan beberapa jam berikutnya dikunjungkan lagi, tentu hal ini salah. Maka kami berkonsultasi dengan dinas kesehatan Kabupaten Malang, hasilnya kami disarankan untuk naik kelas menjadi rawat Inap.
2008
RAWAT INAP PRIMA HUSADA
Naik kelaslah status kami dari Balai Pengobatan menjadi Rawat Inap. Kami menambah 2 kavling lagi rumah type 70, menjadilah Rawat Inap Prima Husada dengan 20 tempat tidur. Masyarakat senang bisa dirawat sampai sembuh. Kami pun senang bisa memenuhi permintaan pasien. Namun permaslahan baru muncul jika perlu tenaga dokter spesialis dan ruang operasi masih belum ada. Maka jika ada pasien akan melakukan operasi. Semuanya diserahkan kepada kami, mulai pemilihan rumah sakit, dokter yang akan mengoperasi, tak jarang kamipun menunggui saat operasi. Dan jika sudah memungkinkan. Perawatan selanjutnya pun minta di lakukan di Rawat Inap Prima Husada. Keadaan ini selalu kami diskusikan dengan Dinas Kesehatan Kab. malang.
2010
RUMAH SAKIT PRIMA HUSADA
Sesuai saran Dinas Kesehatan Kab. Malang, tahun ini kami meningkatakan status menjadi RUMAH SAKIT umum. Tentu kami harus memenuhi persayaratan sebagimana sebuah rumah sakti umum. Dengan menambah menjadi 10 kavling memiliki 40 tempat tidur menjadilah Rumah Sakit Prima Husada. Dengan ijin operasional sementara. Keadaan bangunan kami sampai di tahun ini masih loncat loncat dari rumah satu ke yang lainnya. Saat akan mengurus ijin tetap dan penetapan kelas rumah sakit. Bangunan harus menyambung antar pelayanan. Tentu ini menjadi masalah bagi kami dan upaya dalam bentuk apapun kami lakukan.
2013
IJIN TETAP RUMAH SAKIT
Bersyukur akhirnya gedung kami terintegrasi semuanya menjadi 17 kavling dengan bangunan 4 lantai. Kapasitas tempat tidurpun meningkat menjadi 70. Dan ijin tetap Rumah Sakit Umum Type D.
Pemerintah membuat peraturan bahwa seluruh rumah sakit di indonesia harus melaksanakan akreditasi.
2015
AKREDITASI KARS
Tepatnya pada Bulan Maret 2015. Kami memulai langkah menuju akreditasi, mengikuti bimbingan dari KARS (Komite Akreditasi Rumah Sakit). Pada tanggal 10 – 12 Desember 2015 Team Surveior KARS melakukan penilaian. Dan tepatnya tanggal 22 Desember 2015, keluarlah hasil “LULUS” akreditasi tingkat madya. Tidak puas dengan hasil, kami terus berusaha bekerja lebih keras lagi dan bimbingan kami tingkatkan.
2016
AKREDITASI PARIPURNA
Tepat pada tanggal 1 Maret 2016, team surveior KARS kembali melakukan penilaian dan pada akhirnya. Diumumukan RS PRIMA HUSADA terakreditasi PARIPURNA dengan waktu bersamaan meningkat status Rumah Sakit dari tipe D ke C. Dengan menjadi RS type C maka layanan dan fasilitas pun semakin meningkat.
Komentar
Posting Komentar